Showing posts with label motherhood. Show all posts
Showing posts with label motherhood. Show all posts
Tuesday, December 4, 2012
sudah 1 tahun
yap!! sudah 1tahun aku stay di rumah. bosan? belum... tapi setres sering :p
klo mengingat 20tahun ke depan statusnya masih belum bekerja, sepertinya bakal bosen... secara anak² udah gede dan pastinya jarang di rumah klo siang. klo kepikiran itu, kadang jadi galau. tapi keinginan bisa nganter G ke sekolah untuk pertama kalinya beberapa tahun lagi, memupuskan kegalauanku. terlebih keinginan untuk bisa berlaku sama ke adek²nya G. huaahh.... wait and see sajah....
Tuesday, October 2, 2012
dilema seorang ibu
menjadi seorang ibu benar² bukan hal yang mudah. seorang working mom, pasti pernah ada masa galau ingin resign saat mengkhawatirkan anak²nya di rumah. di lain pihak, seorang fulltime mother yang sebelumnya bekerja mungkin pernah sepintas berpikir untuk kembali bekerja karena bosan dengan rutinitas sebagai fulltime mother/housewife.
itulah pembicaraanku dengan beberapa ibu yang kutemui di 'pojok laktasi' gereja waktu misa minggu kemarin. sejak gisel 3bulan memang kerjaanku klo misa adalah momong :p kecuali gisel kenyang, jadi anteng klo diajak papacell jalan2 di depan gereja. dan beberapa minggu ini, tongkronganku adalah pojok laktasi tempat ibu² 'ndelik' untuk neneni atau sekedar momong. minggu kemarin waktu mojok, aku ngobrol dengan ibu yang resign waktu awal hamil (FTM) dan ibu yang sedang cuti hamil (WM).
si FTM (fulltime mother) curcol klo sudah mulai bosan di rumah, tapi tetap berpemikiran sama denganku: momen² masa kecil anak itu tidak bisa diulang. dan dimana² lebih mantep klo bisa momong sendiri. masalah rejeki, toh sekarang kebutuhan belum banyak. jadi tak apalah si ibu di rumah saja. FTM ini juga crita klo ibunya (nenek si bayi) nggak mau klo disuruh di rumah aja, bantu momong biar ibu si bayi bisa kerja. jawab si nenek 'nggak mau, momong tu capek. biarpun cuma jualan jaga warung di pinggir jalan, mending jaga warung aku'
nah lo... seseorang yang pernah momong dan sudah lama nggak momong juga ngakuin klo momong itu capek dan nggak mau klo disuruh full momong lagi :D
meskipun itu momong cucu, yang notabene seorang ibu tu lebih sayang sama cucu daripada sama anaknya sendiri :D
beda lagi dengan si WM (working mother), dia crita sebenernya pengen resign biar bisa fokus momong anak, bisa nganter ke sekolah, nemenin maen dsb...tapi keadaan tidak memungkinkannya untuk resign.
mendengar curcol itu dalam hati aku bersyukur gisel hadir saat aku memang berencana untuk resign. dan bersyukur tadinya aku kerja di papua, jadi nggak mengalami dilema bertahan tetap kerja ataukah jadi FTM. coba klo aku kerja di jawa. pasti berat mau resign hehehe....
sejak sebelum gisel tumbuh di rahimku, aku sudah memutuskan mau pulang kampung beberapa bulan setelah nikah, biar deket keluarga (red: misua). klo ternyata kemudian gisel dititipkan Tuhan di rahimku, nggak kami rencana untuk cepat punya momongan, sedapetnya aja, tapi kehadiran gisel memang 'indah pada waktuNya' :) aku bisa melepas status working mom dan berganti menjadi fulltime mom tanpa harus berpikir panjang. mempertimbangkan ini dan itu. dan saat ini, aku masih menikmati hari²ku sebagai FTM.
capek iya, pernah stress iya :D, tapi belum pernah bosan meski aku nggak bisa pergi jauh² atau lama² berhubung gisel nggak mau minum ASIP. bercanda dengan gisel tak pernah ada bosannya. menemaninya bermain (meski nemeninnya sambil ketiduran sementara gisel asik ubek dengan mainan²nya :p), melihat senyum tawanya, dan menyaksikan perkembangannya dari hari ke hari adalah kegiatan yang menyenangkan. nyuci baju si kecil, ngelipat baju² yang udah kering, nyiapin maem, nyuapin, ngajak jalan², mandiin si kecil... itulah keseharianku...
yap. aku belum bosan. kadang pengen jalan² blasakan ke pasar, mall to mall, muter² supermarket, jalan² ke luar pulau atau piknik ke mana, tapi hasrat itu tertebus saat bisa jalan² bertiga dengan si kecil dan pacell kala wiken. entah itu kuliner, belanja bulanan, ke mall nya gisel (red: toko bayi :p ), itu sudah cukup menjadi hiburan bagiku... mengusir penatku setiap minggunya :)
yap... i'm happy (and always happy) being a fulltime mother (^,^)
itulah pembicaraanku dengan beberapa ibu yang kutemui di 'pojok laktasi' gereja waktu misa minggu kemarin. sejak gisel 3bulan memang kerjaanku klo misa adalah momong :p kecuali gisel kenyang, jadi anteng klo diajak papacell jalan2 di depan gereja. dan beberapa minggu ini, tongkronganku adalah pojok laktasi tempat ibu² 'ndelik' untuk neneni atau sekedar momong. minggu kemarin waktu mojok, aku ngobrol dengan ibu yang resign waktu awal hamil (FTM) dan ibu yang sedang cuti hamil (WM).
si FTM (fulltime mother) curcol klo sudah mulai bosan di rumah, tapi tetap berpemikiran sama denganku: momen² masa kecil anak itu tidak bisa diulang. dan dimana² lebih mantep klo bisa momong sendiri. masalah rejeki, toh sekarang kebutuhan belum banyak. jadi tak apalah si ibu di rumah saja. FTM ini juga crita klo ibunya (nenek si bayi) nggak mau klo disuruh di rumah aja, bantu momong biar ibu si bayi bisa kerja. jawab si nenek 'nggak mau, momong tu capek. biarpun cuma jualan jaga warung di pinggir jalan, mending jaga warung aku'
nah lo... seseorang yang pernah momong dan sudah lama nggak momong juga ngakuin klo momong itu capek dan nggak mau klo disuruh full momong lagi :D
meskipun itu momong cucu, yang notabene seorang ibu tu lebih sayang sama cucu daripada sama anaknya sendiri :D
beda lagi dengan si WM (working mother), dia crita sebenernya pengen resign biar bisa fokus momong anak, bisa nganter ke sekolah, nemenin maen dsb...tapi keadaan tidak memungkinkannya untuk resign.
mendengar curcol itu dalam hati aku bersyukur gisel hadir saat aku memang berencana untuk resign. dan bersyukur tadinya aku kerja di papua, jadi nggak mengalami dilema bertahan tetap kerja ataukah jadi FTM. coba klo aku kerja di jawa. pasti berat mau resign hehehe....
sejak sebelum gisel tumbuh di rahimku, aku sudah memutuskan mau pulang kampung beberapa bulan setelah nikah, biar deket keluarga (red: misua). klo ternyata kemudian gisel dititipkan Tuhan di rahimku, nggak kami rencana untuk cepat punya momongan, sedapetnya aja, tapi kehadiran gisel memang 'indah pada waktuNya' :) aku bisa melepas status working mom dan berganti menjadi fulltime mom tanpa harus berpikir panjang. mempertimbangkan ini dan itu. dan saat ini, aku masih menikmati hari²ku sebagai FTM.
capek iya, pernah stress iya :D, tapi belum pernah bosan meski aku nggak bisa pergi jauh² atau lama² berhubung gisel nggak mau minum ASIP. bercanda dengan gisel tak pernah ada bosannya. menemaninya bermain (meski nemeninnya sambil ketiduran sementara gisel asik ubek dengan mainan²nya :p), melihat senyum tawanya, dan menyaksikan perkembangannya dari hari ke hari adalah kegiatan yang menyenangkan. nyuci baju si kecil, ngelipat baju² yang udah kering, nyiapin maem, nyuapin, ngajak jalan², mandiin si kecil... itulah keseharianku...
yap. aku belum bosan. kadang pengen jalan² blasakan ke pasar, mall to mall, muter² supermarket, jalan² ke luar pulau atau piknik ke mana, tapi hasrat itu tertebus saat bisa jalan² bertiga dengan si kecil dan pacell kala wiken. entah itu kuliner, belanja bulanan, ke mall nya gisel (red: toko bayi :p ), itu sudah cukup menjadi hiburan bagiku... mengusir penatku setiap minggunya :)
yap... i'm happy (and always happy) being a fulltime mother (^,^)
Thursday, August 2, 2012
Gejala Depresi Postpartum: Ketahui Penyebab dan Masalahnya
sumber dari : melindahospital.com
Pasca melahirkan, sebagian ibu seringkali mengalami gejala depresi yang dimungkinkan akan sedikit mengganggu kehidupannya setelah memiliki buah hati baru. Tidak semua, namun hal ini sangat bergantung pada hormon yang dimiliki sang ibu. Jika hormon pada ibu berlebihan, tentu ini akan mempengaruhi psikologisnya juga. Mengapa terjadi hubungan antara hormon dan psikologis sang ibu? Ini merupakan sindrom gangguan ringan yang terjadi pasca persalinan.
Ibu akan mengalami sindrom tersebut yang dikatakan sebagai gejala depresi postpartum dan disertai dengan adanya berbagai gejala yang timbul. Hal terberat ini akan dialami sang ibu selama satu minggu pertama, dan bisa selama dua minggu, satu bulan atau bahkan beberapa bulan lamanya tergantung bagaimana kondisi hormon dan psikologis ibu itu sendiri.
Berikut beberapa gejala dari depresi postpartum, antara lain :
- Merasa cemas tanpa sebab
- Tiba-tiba menangis tanpa sebab
- Tidak sabar
- Tidak percaya diri
- Sensitif
- Mudah tersinggung (iritabilitas)
- Labilitas perasaan
- Cenderung menyalahkan diri sendiri
- Mengalami gangguan tidur
- Kurang nafsu makan
- Merasa kurang menyayangi bayinya
Dan berikut penyebab dari depresi postpartum, antara lain:
- Perubahan hormon
- Stres
- ASI tidak keluar
- Frustasi akibat bayi tidak mau tidur, nangis, gumoh, dan lainnya
- Mengalami kelelahan pasca melahirkan, dan sakit akibat operasi
- Suami yang tidak bisa membantu dan mengerti perasaan istri
- Masalah dengan orangtua dan mertua
- Takut kehilangan bayi
- Tidak ada yang ikut membantu mengurus bayi
- Merasa anak akan terganggu, takut memulai hubungan suami istri
- Bayi mengalami sakit
- Merasakan bosan
- Masalah dengan anak sulung
Selain dari gejala dan penyebab dari depresi postpartum itu sendiri, terdapat beberapa masalah yang timbul pada penderita depresi postpartum antara lain, yaitu:
- Menangis dan merasa takut jika tidak bisa memberikan ASI.
- Merasa frustasi saat si kecil tidak mau tidur.
- Jika sudah terasa lelah menghadapi bayinya, lebih cenderung sensitif, dan cepat merasakan sakit kepala.
- Terkadang merasakan kesal terhadap suami.
- Merasa sensitif dan kesal terhadap omongan mertua.
- Ketakutan jika bayinya meninggal.
- Merasa takut kehilangan suami.
- Si kecil yang selalu menangis, membuat ibu semakin merasa frustasi.
- Perilaku si kecil semakin nakal sehingga membuat ibu menjadi stres.
- Adanya permasalahan dengan suami.
- Timbul stres saat bayi mengalami kuning.
- Permasalahan dengan orangtua pun membuat semakin stres.
- Terganggu saat tidur ketika si kecil terbangun dan menangis di tengah malam.
- Bila persalinan ibu dilakukan dengan operasi, maka rasa sakit akan menjadi masalah bagi ibu.
- Karena hadirnya buah hati, maka semua kegiatan ibu menjadi terbatas.
- Tidak melakukan hubungan suami istri karena takut mengganggu bayi.
- Biasanya, sebagian wanita menginginkan selalu dekat dengan ibunya.
***sindrom yang sepertinya sedikit melandaku >,<
aku yang tadinya bebas kemana² tanpa ada beban, apa² aku kerjakan dengan santai tanpa di kejar² waktu, sekarang tidak bisa bebas bepergian semau gue. pekerjaan rumah juga tidak bisa dikerjakan leluasa karena disambi menjaga si kecil. capek, badan pegel, tangan dan kaki berasa patah², kemrungsung, pengen ke mana² ngurus ini itu tapi nggak bisa, mungkin penyebab utama stress ini.
memang, dari semenjak kuliah aku terbiasa ngurus apa² sendiri, nggak mau ngerepotin orang lain, dan memang pada dasarnya hanya aku yang bisa curi² waktu sementara bapak ibu ngajar (-untuk urusan rumah, pajak, surat² penting dsb). sekarang, yang ada apa² yang ngurus mbah kakung, mulai dari aktenya gisel, surat² penting dll... aku nggak bisa berbuat apa²... *dan nggak bisa nyambi jalan² ke mana² huehehehe... ;p
mungkin aku belum siap benar dengan perubahan keadaan yang begitu drastis ini.
fyuuuhhh..... ciumciumgisel.pelukpelukgisel.nyiwelnyiwelgisel. adalah obat manjur untuk itu ;)
Sunday, May 27, 2012
lebih mudah menjadi seorang engineer daripada menjadi seorang ibu
huehehe... judul tersebut terlintas di pikiranku beberapa waktu yang lalu.
untuk jadi seorang engineer, memang butuh minimal 3,5thn mengenyam bangku kuliah.
meski ilmu yang didapat selama itu hanya sebagian kecil saja yang dipakai di dunia kerja, tapi butuh ijazah tersebut untuk bisa menjadi seorang engineer.
menjadi seorang ibu tidak perlu ijazah, tidak perlu belajar di bangku sekolah, syaratnya cuma jenis kelamin perempuan.
menjadi seorang engineer jam kerja 8-9 jam per hari, bisa 5 atau 6 hari kerja, plus beberapa jam lembur, dengan cuti minimal 12 hari kerja. oncall bisa dibagi dengan rekan 1 section.
menjadi seorang ibu jam kerja 24/7, tidak ada libur tahunan, harus siap melek 24 jam, oncall 24/7.
jadi????
memang lebih mudah menjadi seorang engineer, tapi lebih menyenangkan menjadi seorang ibu... :)
setiap hari melihat anak tumbuh sehat, melihat senyum nya, perkembangannya, mencium dan memeluknya...... lebih menyenangkan daripada dipuji klien ataupun bos, penilaian bagus, gaji naik, ataupun mendapat bonus produksi gede :D
badan kerasa cepet capek, tulang seperti patah semua... dan butuh kesabaran tinggi untuk melawan rasa capek di saat si kecil rewel....
aku masih belajar untuk itu...
untuk jadi seorang engineer, memang butuh minimal 3,5thn mengenyam bangku kuliah.
meski ilmu yang didapat selama itu hanya sebagian kecil saja yang dipakai di dunia kerja, tapi butuh ijazah tersebut untuk bisa menjadi seorang engineer.
menjadi seorang ibu tidak perlu ijazah, tidak perlu belajar di bangku sekolah, syaratnya cuma jenis kelamin perempuan.
menjadi seorang engineer jam kerja 8-9 jam per hari, bisa 5 atau 6 hari kerja, plus beberapa jam lembur, dengan cuti minimal 12 hari kerja. oncall bisa dibagi dengan rekan 1 section.
menjadi seorang ibu jam kerja 24/7, tidak ada libur tahunan, harus siap melek 24 jam, oncall 24/7.
jadi????
memang lebih mudah menjadi seorang engineer, tapi lebih menyenangkan menjadi seorang ibu... :)
setiap hari melihat anak tumbuh sehat, melihat senyum nya, perkembangannya, mencium dan memeluknya...... lebih menyenangkan daripada dipuji klien ataupun bos, penilaian bagus, gaji naik, ataupun mendapat bonus produksi gede :D
badan kerasa cepet capek, tulang seperti patah semua... dan butuh kesabaran tinggi untuk melawan rasa capek di saat si kecil rewel....
aku masih belajar untuk itu...
Saturday, April 28, 2012
G dan clodi
dari sekian clodi yang G punya, aku paling suka motif jeans sama motif polos. motif jeans, seperti layaknya baju orang dewasa, cocok dipadukan dengan berbagai macam motif atasan. demikian pula motif polos.klo clodi² lucu dengan motif macam² itu memang lucu, tapi kalau dipadukan dengan baju yang bermotif jadi aneh. lucunya baru kelihatan klo dipadukan dengan atasan yang dominan polos.
aku sama sekali tidak berminat clodi premium.
alasan pertama berat di dompet ;p mending buat beli banyak clodi lokal daripada 1 clodi premium. toh makin banyak clodi, makin gayaaa... hihihi.... dan clodi lokal menurutku sudah sangat membantu, secara aku pernah berjuang (halah...) 1 bulan tanpa diapers yang sangat melelahkan terutama klo malem. selain jam tidur jadi lebih baik, cucian juga berkurang banyak hehehe....
sayangnya toko clodi langgananku nggak punya stok clodi polos, jadi aku nggak punya banyak clodi polos. paling banter pempem, yang meski atasnya bermotif, setidaknya bawahnya polos.
kemarin waktu stok clodi baru 6, gisel sempat kehabisan clodi waktu mau jalan². jadi aku pakaikan diapers 3x selama perjalanan dari jam 9-4 sore. hasilnya? patpatnya merah euy.... nggak lagi deh...
saat ini gisel punya 12 clodi. biasanya dengan pemakaian 4-5jam per clodi, malam 3 clodi dan pagi 1 clodi untuk jam 9 pagi sampai jam 1 siang waktu dia tidur. soalnya klo siang nggak pake clodi dan dia pipis waktu nenen ato tidur, bisa nangis kuenceng buanget pas diganti popok. jadilah clodi dipakai juga di jam² tersebut. di luar jam itu, G masih pake popok kain biasa dan celana. biar enteng klo dia mau genjah.
sekali pake diapers, aku jadi tau mahalnya pake diapers. taruhlah 1000/pcs, kemudian sehari 3 diapers, dengan asumsi pemakaian malam saja. sehari 3rb, sebulan 90rb, 1thn 1juta lebih. udah bisa dapet banyak clodi lokal itu... hehehe... belum nyampahnya. kan kasian anak cucu kita dunianya penuh dengan sampah diapers yang susah terurai :(
so.... still go green?
yes!!! yes!!! yes!!! ;)
aku sama sekali tidak berminat clodi premium.
alasan pertama berat di dompet ;p mending buat beli banyak clodi lokal daripada 1 clodi premium. toh makin banyak clodi, makin gayaaa... hihihi.... dan clodi lokal menurutku sudah sangat membantu, secara aku pernah berjuang (halah...) 1 bulan tanpa diapers yang sangat melelahkan terutama klo malem. selain jam tidur jadi lebih baik, cucian juga berkurang banyak hehehe....
sayangnya toko clodi langgananku nggak punya stok clodi polos, jadi aku nggak punya banyak clodi polos. paling banter pempem, yang meski atasnya bermotif, setidaknya bawahnya polos.
kemarin waktu stok clodi baru 6, gisel sempat kehabisan clodi waktu mau jalan². jadi aku pakaikan diapers 3x selama perjalanan dari jam 9-4 sore. hasilnya? patpatnya merah euy.... nggak lagi deh...
saat ini gisel punya 12 clodi. biasanya dengan pemakaian 4-5jam per clodi, malam 3 clodi dan pagi 1 clodi untuk jam 9 pagi sampai jam 1 siang waktu dia tidur. soalnya klo siang nggak pake clodi dan dia pipis waktu nenen ato tidur, bisa nangis kuenceng buanget pas diganti popok. jadilah clodi dipakai juga di jam² tersebut. di luar jam itu, G masih pake popok kain biasa dan celana. biar enteng klo dia mau genjah.
sekali pake diapers, aku jadi tau mahalnya pake diapers. taruhlah 1000/pcs, kemudian sehari 3 diapers, dengan asumsi pemakaian malam saja. sehari 3rb, sebulan 90rb, 1thn 1juta lebih. udah bisa dapet banyak clodi lokal itu... hehehe... belum nyampahnya. kan kasian anak cucu kita dunianya penuh dengan sampah diapers yang susah terurai :(
so.... still go green?
yes!!! yes!!! yes!!! ;)

gisel dan clodi jeans nya
Friday, April 27, 2012
lil G 2 bulan ini...
tanggal 18 kemarin gisel genap berusia 2 bulan. semakin gede, gendut ginuk ginuk, montok, pipi tembem, nggemesin, dan selalu jadi kesayangan kakung uti nya. klo gisel tak ajak keluar seharian, klo pulang pasti langsung diminta uti nya hehehe.... pernah uti lagi nyuapin mbah uyut, waktu aku dateng abis jalan², gisel langsung diminta sambil bilang ke kakung 'ini pak, gantian nyuapin mbah uyut...' hohoho... saking kangennya sama gisel.
jam tidurnya sudah mulai teratur, pup sekarang sehari sekali, tenaga sudah kuat, -keliatan dari tendangan dan tangannya yang mak bugh... klo tangan dijatuhkan ke perlak- udah bisa protes dan marah, -klo marah njerit kenceng banget-, udah bisa dililing, udah sering ngajak ketawa, dan udah sering ngoceh uu oo hughh....
sudah bisa miring tapi kadang nangis klo nggak bisa mbalik :D
tentang miring, gisel pertama kali ketauan miring di usia 9hari, dengan posisi tanpa bantal waktu ganti popok. abis itu lama nggak miring, miring lagi di usia 18hari. dan sekarang makin sering miringnya setelah aku bereksperimen dengan bantal. ternyata bantal peyang menghambatnya untuk miring. gisel baru nyoba miring lagi waktu aku pasangkan bantal bayi biasa dan bantal dewasa.
bantal dewasa? yup... akhir² ini gisel lebih nyenyak tidur dengan posisi kepala lebih tinggi. bermula dari sering ditidurkan di stroller, dimana dia lebih pules tidur disana dibanding di kasur, aku mikir kenapa bisa begitu... dan terpikirlah posisi kepala lebih tinggi sepertinya lebih nyaman untuk pernafasannya yang masih grok².
gisel pules ditidurkan di stroller sangat menguntungkanku. dia jadi bisa dibawa ke mana², termasuk aku sanding waktu nyuci :D jadi cepat nanganinya klo gisel kebangun apa nangis hehe...
sekarang gisel sudah bisa diajak bermain. mainannya boneka ayam yang klo digoyang bunyi icik², dan boneka mr krab, hadiah dari temenku waktu mitoni di papua.
terus kemarin dia aku belikan icik² gara² waktu di pijat di puskesmas, gisel nangis, dan langsung diem waktu aku mainin icik² punya puskesmas hohoho... mainan gisel udah banyakk... besok hunting mainan lagi ya naakk...
sekarang gisel sudah rutin pake clodi tiap tidur malam dan pagi menjelang siang. biar nggak nangis klo ngompol terus diganti popok. jam² segitu klo tidur, trs diganti popok sering sewot, dan nangis kekejer... biar nggak terlalu sering nangis kagol, aku pakein clodinya. di luar jam itu, gisel masih pake popok biasa (yg masih muat :D) dan celana. maksudnya biar bisa genjah. soalnya clodinya masih agak bulky, jadi menghambat gerakannya.
gisel pertama kali pakai clodi di usia 40 hari. sebelumnya aku pernah coba pakaikan di usia sebulan waktu mau imunisasi, tapi sama ibu dilarang, soalnya masih kegedean dan gisel jadi ngangkang.
di usia 39 hari, gisel pertama kali rewel parah yang mbikin aku melek semaleman. tiap nenen, dia pipis, dan otomatis musti ganti popok. padahal waktu nenen udah tidur, jadi kagol kebangun gara² diganti popoknya. abis itu nangis minta nenen, pipis, ganti popok, nangis, nenen, pipis dst...dst... sampe pagi. berhubung capek, paginya aku nyoba ngutak atik clodi di patpatnya, dan ternyata bisa disiasati biar nggak terlalu bulky.... yippiii... jadilah sesiang itu gisel pake clodi, dan dia tidur pules.... *emaknya juga ikutan pules ;p
malemnya aku pakein lagi, dan dia jadi lebih pules tidurnya. abis nenen langsung tidur, nggak ada acara nangis. alhasil jam tidurku pun membaik :)
sekarang gisel punya 12 clodi dari 5 merk, 18 insert dan 20 liner.
linernya kebanyakan ya hehehe... ceritanya dulu pertama² kan pusing nyuci bekas pup klo cuman modal sabun mandi, butuh waktu lama untuk ngilangin noda (gak suka dengan bau pemutih). terus diatas popok kain biasa aku coba kasih liner, ternyata itu memudahkan pencucian. berhubung newborn baby pup nya masih sering, akhirnya liner 10 cepet habis. dan aku beli liner 10 lagi hehehe... sekarang setelah pup nya sekali sehari, baru berasa deh klo linernya kebanyakan hohoho...
tentang pospak, aku baru sekali pake diapers. 3 diapers dalam sehari waktu jalan² ke tempat simbah di prambanan gara² clodi belum kering semua. sepulangnya dari jalan², patpat gisel merah².... >,< akhirnya diputuskan tidak lagi pakai diapers, dan aku langsung hunting clodi lagi biar nggak kekurangan.
sempat tergoda akan beragamnya motif clodi yang lutchu² itu... untungnya motif lucu banyak yang nggak ready, jadi dompet terselamatkan hehehe... waktu itu aku cuman nambah 6 biji.
masih ada 2pcs diapers ukuran S dan 10 diapers ukuran M, entah kapan aku mau pakaikan ke gisel.
minggu kemarin abis vaksin DPT-polio, gisel sempet anget 18jam pasca disuntik. angetnya belum masuk kategori demam, soalnya waktu aku ukur suhu tertinggi 37,4. abis itu dia sempet pup ada bercak merah (darah?) nya, berlendir dan lebih kental dari biasanya yang sering berbuih. fyuuhhh... bikin panik.... apalagi habis itu gisel lemes dan tidur terus. waktu aku nanya ke dokter via sms, katanya itu bukan reaksi imun, tapi mungkin infeksi saluran cerna >,<
gisel belum aku periksakan, masih mo mantau dulu pup nya selama beberapa hari.
memang sudah lama gisel pup nya berbuih terus. pernah baca, klo pup berbuih terus²an bisa jadi infeksi saluran cerna. tapi berhubung berat badan naiknya bagus, 1kg/bulan, aku jadi nggak mikir macem². tapi dengan kejadian ini, aku berencana bawa pup nya ke lab biar di cek ada bakterinya atau nggak.
tapi hari itu aku nggak ngelakuin apa², cuma kasih asi terus biar suhu tubuh normal. malam harinya suhu tubuh gisel sudah membaik, sudah ngoceh lagi waktu dililing, tapi keesokan sorenya badannya jadi anyep :S
tak peluk terus biar anget. dan kondisi membaik, badan anget lagi setelah dia pup banyaakk banget.... setelah seharian nggak pup. fyuuhhh.... ngampet pup to nduk....
habis itu dia nggak pup 2hari, dan setelah itu pup nya jadi sehari sekali tapi banyak.
saat ini pup nya sudah stabil sehari sekali dan buanyaakk... kadang 2x sehari tapi sedikit.
bajunya udah mulai pada kekecilan, tapi sepertinya masih bisa dipertahankan 1-2 minggu ini, soalnya kemarin aku beli baju usi 3-6 bulan masih kegedean e huehehe.... sementara cuci kering pakai ya ndukkk... toh masih ada beberapa baju yang muat hehehe...
tentang dot, semula uti kekeuh pake botol sendok buat kasi asip ke G klo aku lagi pergi. ngeliat banyaknya asip yang tumpah gara² G banyak tingkah pas diminumin, aku beli botol dot 'burung dara' yang wide neck buat jaga². mikir² klo ke gereja kan enakan botol dot atau gelas mag² daripada botol sendok.
tapi dasar uti, nggak mau bibir cucu nya ndower kebanyakan ngedot ;p uti klo kasi minum tetap pakai botol sendok. baru kemarin waktu aku pergi kirim ater² ke sodara, uti nyoba pake botol dot. hasilnya....? G pinter looohhh... nggak bingung dot (klo puting kan bingung puting ;p). cuman di jilat² bentar, terus dinyut sama G. cepet habisnya, nggak kayak botol sendok yang musti tlaten sesendok demi sesendok. dan setelah itu, uti dengan cepat menjawab 'ya' klo aku bilang mo nitip gisel. hehehe.... jadi hobi kasi minum G pake dot setelah lihat gisel telap telep, lahap banget mimik pake dot :D

pagi pertama di rumah

5d to 2mo

ekspresi kekenyangan habis nenen *masih ada asi di bibir ;p
sudah bisa miring tapi kadang nangis klo nggak bisa mbalik :D

digundul waktu selapanan (35 hari) jadi makin bulet :D
tentang miring, gisel pertama kali ketauan miring di usia 9hari, dengan posisi tanpa bantal waktu ganti popok. abis itu lama nggak miring, miring lagi di usia 18hari. dan sekarang makin sering miringnya setelah aku bereksperimen dengan bantal. ternyata bantal peyang menghambatnya untuk miring. gisel baru nyoba miring lagi waktu aku pasangkan bantal bayi biasa dan bantal dewasa.

miring pertama waktu 9d

2mo + 7d gendut gundul ginukginuk :D

pose lasak klo miring

mobile bed nya gisel
sekarang gisel sudah bisa diajak bermain. mainannya boneka ayam yang klo digoyang bunyi icik², dan boneka mr krab, hadiah dari temenku waktu mitoni di papua.
terus kemarin dia aku belikan icik² gara² waktu di pijat di puskesmas, gisel nangis, dan langsung diem waktu aku mainin icik² punya puskesmas hohoho... mainan gisel udah banyakk... besok hunting mainan lagi ya naakk...

G and her 1st toy...

clodi pertama G
di usia 39 hari, gisel pertama kali rewel parah yang mbikin aku melek semaleman. tiap nenen, dia pipis, dan otomatis musti ganti popok. padahal waktu nenen udah tidur, jadi kagol kebangun gara² diganti popoknya. abis itu nangis minta nenen, pipis, ganti popok, nangis, nenen, pipis dst...dst... sampe pagi. berhubung capek, paginya aku nyoba ngutak atik clodi di patpatnya, dan ternyata bisa disiasati biar nggak terlalu bulky.... yippiii... jadilah sesiang itu gisel pake clodi, dan dia tidur pules.... *emaknya juga ikutan pules ;p
malemnya aku pakein lagi, dan dia jadi lebih pules tidurnya. abis nenen langsung tidur, nggak ada acara nangis. alhasil jam tidurku pun membaik :)
sekarang gisel punya 12 clodi dari 5 merk, 18 insert dan 20 liner.
linernya kebanyakan ya hehehe... ceritanya dulu pertama² kan pusing nyuci bekas pup klo cuman modal sabun mandi, butuh waktu lama untuk ngilangin noda (gak suka dengan bau pemutih). terus diatas popok kain biasa aku coba kasih liner, ternyata itu memudahkan pencucian. berhubung newborn baby pup nya masih sering, akhirnya liner 10 cepet habis. dan aku beli liner 10 lagi hehehe... sekarang setelah pup nya sekali sehari, baru berasa deh klo linernya kebanyakan hohoho...
tentang pospak, aku baru sekali pake diapers. 3 diapers dalam sehari waktu jalan² ke tempat simbah di prambanan gara² clodi belum kering semua. sepulangnya dari jalan², patpat gisel merah².... >,< akhirnya diputuskan tidak lagi pakai diapers, dan aku langsung hunting clodi lagi biar nggak kekurangan.
sempat tergoda akan beragamnya motif clodi yang lutchu² itu... untungnya motif lucu banyak yang nggak ready, jadi dompet terselamatkan hehehe... waktu itu aku cuman nambah 6 biji.
masih ada 2pcs diapers ukuran S dan 10 diapers ukuran M, entah kapan aku mau pakaikan ke gisel.
minggu kemarin abis vaksin DPT-polio, gisel sempet anget 18jam pasca disuntik. angetnya belum masuk kategori demam, soalnya waktu aku ukur suhu tertinggi 37,4. abis itu dia sempet pup ada bercak merah (darah?) nya, berlendir dan lebih kental dari biasanya yang sering berbuih. fyuuhhh... bikin panik.... apalagi habis itu gisel lemes dan tidur terus. waktu aku nanya ke dokter via sms, katanya itu bukan reaksi imun, tapi mungkin infeksi saluran cerna >,<

tenger-tenger bin lemes... karena nggak tega, aku coba kompres
memang sudah lama gisel pup nya berbuih terus. pernah baca, klo pup berbuih terus²an bisa jadi infeksi saluran cerna. tapi berhubung berat badan naiknya bagus, 1kg/bulan, aku jadi nggak mikir macem². tapi dengan kejadian ini, aku berencana bawa pup nya ke lab biar di cek ada bakterinya atau nggak.
tapi hari itu aku nggak ngelakuin apa², cuma kasih asi terus biar suhu tubuh normal. malam harinya suhu tubuh gisel sudah membaik, sudah ngoceh lagi waktu dililing, tapi keesokan sorenya badannya jadi anyep :S
tak peluk terus biar anget. dan kondisi membaik, badan anget lagi setelah dia pup banyaakk banget.... setelah seharian nggak pup. fyuuhhh.... ngampet pup to nduk....
habis itu dia nggak pup 2hari, dan setelah itu pup nya jadi sehari sekali tapi banyak.
saat ini pup nya sudah stabil sehari sekali dan buanyaakk... kadang 2x sehari tapi sedikit.
bajunya udah mulai pada kekecilan, tapi sepertinya masih bisa dipertahankan 1-2 minggu ini, soalnya kemarin aku beli baju usi 3-6 bulan masih kegedean e huehehe.... sementara cuci kering pakai ya ndukkk... toh masih ada beberapa baju yang muat hehehe...

sleeping G.. melek segan merem ntar dulu...
tapi dasar uti, nggak mau bibir cucu nya ndower kebanyakan ngedot ;p uti klo kasi minum tetap pakai botol sendok. baru kemarin waktu aku pergi kirim ater² ke sodara, uti nyoba pake botol dot. hasilnya....? G pinter looohhh... nggak bingung dot (klo puting kan bingung puting ;p). cuman di jilat² bentar, terus dinyut sama G. cepet habisnya, nggak kayak botol sendok yang musti tlaten sesendok demi sesendok. dan setelah itu, uti dengan cepat menjawab 'ya' klo aku bilang mo nitip gisel. hehehe.... jadi hobi kasi minum G pake dot setelah lihat gisel telap telep, lahap banget mimik pake dot :D

imuut.... *kiss..kiss..kiss...

halo cantikkkk...... ^.^
Sunday, March 18, 2012
baby blues
pasca melahirkan, di hari pertama aku sempat merasa hampa (halah bahasane... ;p)
rasa sakit jahitan nggak begitu terasa klo diem. tapi begitu mau bangun atau miring, ada rasa nggak nyaman di badanku. bukan karena bekas pegel² akibat olahraga di malam sebelumnya ;p, tapi entahlah aku sendiri sudah lupa... sepertinya perihnya guratan² strechmark, pegel, sama dada yang terasa agak sesak.
aku ngerasa nggak nyaman dengan kondisi tubuhku kala itu... mungkin lebih ke psikis kali ya... menyesal karena pada akhirnya nggak bisa merasakan nikmatnya sakit melahirkan normal, merasa belum menjadi ibu seutuhnya. kandunganku yang dari awal nggak pernah ada masalah, nggak pernah flek, mual atau muntah parah, harus berakhir di meja operasi tanpa persiapan mental yang cukup >,<
setelah bertemu dengan G, perasaan aneh itu sedikit berkurang, dan aku mulai menerima proses yang harus aku alami. dan semakin ke sini, aku makin melupakan rasa bersalah itu, terlebih setelah melihat beberapa kenyataan, bahwa resiko melahirkan sekarang itu cukup tinggi, banyak kasus yang aku dengar akhir² ini tentang ibu dan bayi yang bermasalah. bersyukur aku dan G sehat pasca kejadian olahraga di ranjang rumah sakit malam itu :D
minggu² pertama merawat G di rumah, baby blues mulai kurasakan di minggu kedua, dimana perutku mulai terasa nggak nyaman. antara lemes dan perih, kemudian tangan yang mulai pegel, dan jadi nggak berdaya buat ngangkat² karena kemeng megang dedek setiap kali nenen. juga kaki yang sepertinya salah urat, macam keseleo. udah dipijat 2x tapi tetap belum sembuh juga, jadi nggak nyaman buat gerak².
tangan pegal, perut nggak nyaman, dan kaki macam keseleo itu membuatku sering snewen klo malem. G susah tidur klo tengah malem, terus klo nenen tangannya suka usek, jadi puting nggak ketemu² yang berending dengan nangisnya G yang menggemparkan dunia.
G tu klo malem start jam 12 hobinya ronda. klo udah selesai nenen, bobok, tapi klo ditaruh di kasur langsung nangis huhuhu.... udah kurang tidur, G rewel... kadang aku klo udah nggak terkontrol terus G tak marahin hehehe.... entah ngerasa atau gimana, G abis itu langsung pules sampe pagi :D paling bangun per 2 jam klo haus. cuman aku nya yang nyesel... G kan bayi, bukan salahnya dia rewel, ngapain juga dimarahin...? hehehe....
bersyukur aku ditemenin ibu tiap malem, jadi klo G nggak mau tidur, langsung digendong ibu, akunya tidur abis nenenin ;p. berhubung ibu pernah operasi pengangkatan rahim, jadi paham banget gimana rasanya orang abis operasi, jadi aku di eman banget. nggak boleh kerja berat, termasuk cucian G dicuciin bahkan sampai saat ini ;p. berhubung aku dah mulai sehat, sehari aku urun nyuci 1 kali. jadi separo-separo nyucinya.
tadinya aku merasa ibu hiperbolis. secara minggu² pertama aku merasa nyaman, nggak masalah kerja rada berat. tapi akhir² ini dimana perutku jadi sering berasa aneh, antara perih dan pegel, aku jadi khawatir dengan diriku sendiri. terlebih setelah baca artikel, memang pasca operasi penyembuhan lukanya lama, karena jahitannya 7 lapis (klo nggak salah), jadi musti jaga diri sampe jahitannya kering.
sebentar lagi sudah mau selapanannya G, dan aku makin menikmati saat²ku bersama G. memandangi wajah imut nan mungilnya, menantikan senyumnya tersungging di bibir mungil itu :*
rasa sakit jahitan nggak begitu terasa klo diem. tapi begitu mau bangun atau miring, ada rasa nggak nyaman di badanku. bukan karena bekas pegel² akibat olahraga di malam sebelumnya ;p, tapi entahlah aku sendiri sudah lupa... sepertinya perihnya guratan² strechmark, pegel, sama dada yang terasa agak sesak.
aku ngerasa nggak nyaman dengan kondisi tubuhku kala itu... mungkin lebih ke psikis kali ya... menyesal karena pada akhirnya nggak bisa merasakan nikmatnya sakit melahirkan normal, merasa belum menjadi ibu seutuhnya. kandunganku yang dari awal nggak pernah ada masalah, nggak pernah flek, mual atau muntah parah, harus berakhir di meja operasi tanpa persiapan mental yang cukup >,<
setelah bertemu dengan G, perasaan aneh itu sedikit berkurang, dan aku mulai menerima proses yang harus aku alami. dan semakin ke sini, aku makin melupakan rasa bersalah itu, terlebih setelah melihat beberapa kenyataan, bahwa resiko melahirkan sekarang itu cukup tinggi, banyak kasus yang aku dengar akhir² ini tentang ibu dan bayi yang bermasalah. bersyukur aku dan G sehat pasca kejadian olahraga di ranjang rumah sakit malam itu :D
minggu² pertama merawat G di rumah, baby blues mulai kurasakan di minggu kedua, dimana perutku mulai terasa nggak nyaman. antara lemes dan perih, kemudian tangan yang mulai pegel, dan jadi nggak berdaya buat ngangkat² karena kemeng megang dedek setiap kali nenen. juga kaki yang sepertinya salah urat, macam keseleo. udah dipijat 2x tapi tetap belum sembuh juga, jadi nggak nyaman buat gerak².
tangan pegal, perut nggak nyaman, dan kaki macam keseleo itu membuatku sering snewen klo malem. G susah tidur klo tengah malem, terus klo nenen tangannya suka usek, jadi puting nggak ketemu² yang berending dengan nangisnya G yang menggemparkan dunia.
G tu klo malem start jam 12 hobinya ronda. klo udah selesai nenen, bobok, tapi klo ditaruh di kasur langsung nangis huhuhu.... udah kurang tidur, G rewel... kadang aku klo udah nggak terkontrol terus G tak marahin hehehe.... entah ngerasa atau gimana, G abis itu langsung pules sampe pagi :D paling bangun per 2 jam klo haus. cuman aku nya yang nyesel... G kan bayi, bukan salahnya dia rewel, ngapain juga dimarahin...? hehehe....
bersyukur aku ditemenin ibu tiap malem, jadi klo G nggak mau tidur, langsung digendong ibu, akunya tidur abis nenenin ;p. berhubung ibu pernah operasi pengangkatan rahim, jadi paham banget gimana rasanya orang abis operasi, jadi aku di eman banget. nggak boleh kerja berat, termasuk cucian G dicuciin bahkan sampai saat ini ;p. berhubung aku dah mulai sehat, sehari aku urun nyuci 1 kali. jadi separo-separo nyucinya.
tadinya aku merasa ibu hiperbolis. secara minggu² pertama aku merasa nyaman, nggak masalah kerja rada berat. tapi akhir² ini dimana perutku jadi sering berasa aneh, antara perih dan pegel, aku jadi khawatir dengan diriku sendiri. terlebih setelah baca artikel, memang pasca operasi penyembuhan lukanya lama, karena jahitannya 7 lapis (klo nggak salah), jadi musti jaga diri sampe jahitannya kering.
sebentar lagi sudah mau selapanannya G, dan aku makin menikmati saat²ku bersama G. memandangi wajah imut nan mungilnya, menantikan senyumnya tersungging di bibir mungil itu :*
Friday, March 16, 2012
perlengkapan perang si kecil
berikut list barang yang G punya, dan saran berapa jumlah wajar untuk masing² item versiku:
* popok 2 lusin --> cukup? cukup. dengan catatan 2x sehari nyuci :p.... sempet stress dengan jumlah popok segini, soalnya klo nggak panas, cucian nggak kering. berhubung mau beli lagi tapi sama ibu nggak boleh dengan alasan ntar lagi nggak kepake, akhirnya diakali dengan mengalihfungsikan alas ompol menjadi popok dengan bantuan 2 peniti ;). btw alas ompol ini lebih mudah ngilangin noda pup dibanding popok katun.
idealnya mungkin 4lusin kali yaa... biar nggak bingung cucian belum kering klo cuaca tidak mendukung. okeh... besok nambah lagi pas lairan adiknya G...
* clodi 12 biji. dengan adanya clodi, cucian berkurang sangat. bisa 50% euy... apalagi klo pup nya udah stabil 1x sehari... nyante banget klo full clodi. tapi ya modalnya lebih gede ;p
* alas ompol 'berdaya serap tinggi' 1 lusin --> berhubung popok kurang, tak alih fungsikan jd popok, terus aku beli lagi yang premium 1 lusin
* baju lengan panjang 3pcs
* baju lengan panjang celana buntung 3pcs -->
* baju lengan pendek 10 pcs -- 6 pcs juga cukup
* baju lengen putung 6 pcs --> baju putung dan pendek ini mulai butuh banyak di usia 3minggu, dimana bayi sudah mulai gumoh, jadi musti sering ganti baju
* celana pendek + celana pop 17 pcs --> klo aku mulai dipakaikan ke si kecil setelah puput. sebagai alternatif klo popoknya habis
* bedong 4pcs --> klo dikasih alas ompol, bedong nya awet nggak basah kena ompol, jadi nggak perlu banyak²
* selimut 4pcs --> segini cukup karena kadang bedong juga aku jadiin selimut klo selimutnya basah semua
* ember bertutup 2pcs --> 1 untuk tempat baju kotor kena pub, 1 nya untuk ompol
* bantal anti peyang --> alternatif klo bantal pas dicuci bisa pakai handuk atau jarik
* selimut berkudung 2pcs --> buat jalan²
* topi min 3pcs --> tadinya cuman beli 2, ternyata kurang. untungnya dapet kado topi, jadi ga perlu beli lagi hehehe...
* perlak 2pcs --> buat di kasur sama cadangan 1 yg kecil, bisa dipake buat di stroller ato di depan tv, daripada ngangkut² yg di kamar
* kaos tangan/ kaki min 4 pcs --> buat ganti klo kaos kaki kotor kena pub ato ompol
* sepatu 1pcs --> buat cadangan klo ntar nggak dapet kado sepatu :p
* gurita 4pcs --> biar anget, bukan melulu buat gurita-in tali pusat
* handuk bayi min 2pcs --> buat cadangan klo handuk kena pub ato ompol. pengalaman, G sering banget pipis ato pub di handuk >,<
* bantal guling
* klambu
* kapas bulet ato kotak kiloan buat bersihin patpat bayi abis pub
* cotton bud buat baby
* minyak telon
* bedak + tempat bedak
* sabun mandi
* shampoo --> alat mandi jangan banyak², kemungkinan besar dapet kado perlengkapan mandi lohh.. ;p
* handuk kecil min 4 pcs --> buat lap mulut sama alas bantal. klo udah mulai gumoh, mending bantal dialasin jadi nggak cepet basah (aku berusaha berprinsip go green, jadi no tissue buat lap² and diapers anymore hehehee....)
* tempat susu --> buat cadangan tempat asip klo mommy mau pergi², dan si kecil ditinggal di rumah
* botol susu bersendok --> biar nggak bingung puting, sebaiknya bayi minum dari sendok. dan kata ibu, biar bibir nggak njontor hehee... tapi berhubung G tangannya nggak bisa diem klo pas diminumin, dan klo pake botol sendok susunya tumpah kemana², sepertinya mulai berpikir mau beli yang bentuk dot ;p
* gendongan --> bisa jarik, bisa gendongan modern yang sekarang biasa dipakai itu
* tempat sampah buat tempat kapas --> kata ibu, kapasnya jangan dibakar, tapi dipendam di tanah, jadi kapas² bekas nyebokin G aku kumpulin di tempat sampah khusus
sepertinya cukup itu untuk new born baby.... setidaknya sampai usia sebulan nggak perlu nambah barang lagi
buat mommy:
* bra menyusui min 5pcs --> asumsi sehari pakai 2 bra
* breast pad --> bisa diakalin dengan handuk atau alas ompol
* khusus buat yang cesar, pake panty yang sampe puser biar nggak nggesek bekas jaitan
* gurita/ kendit biar perut cepet kenceng
* nursing apron --> biar nyaman menyusui di tempat umum
additional item:
* sarung/ jarik: buat alternatif alas tidur baby. klo basah tinggal dilipet terus digeser
* penyedot ingus
* termometer
**update setelah si kecil usia 3,5mos
* celana panjang jarang dipakai, maneman makeinnya susah tapi gampang basah diompolin. mending celana pop saja klo tidur :D
* baru ngeh klo celana pop tu celana popok :D jadi klo popok dah nggak muat, pake celana ini biar pup nggak luber kemana-mana
* alas popok dialih fungsikan jadi popok keuntungannya lebih cepet kering jadi klo musim ujan nggak keabisan popok, dan bisa muat lebih lama. secara ukurannya fleksibel *penyedot ingus nggak begitu efektif. lebih efektif disedot pake mulut :p
**update setelah si kecil usia 7mos
*liner berfungsi untuk alas klo si kecil pup pas udah mpasi. kan pup nya udah solid, jadi bisa ditampung pake liner biar alas ompol nggak kotor. klo sudah ditatur tentunya opsi ini tidak diperlukan lagi *klo musim dingin, baju lengan panjang ternyata diperlukan juga. apalagi si kecil nggak betah diselimutin. lebih aman pake celana panjang, jadi meski selimut ditendang, kulitnya nggak langsung kena udara
* popok 2 lusin --> cukup? cukup. dengan catatan 2x sehari nyuci :p.... sempet stress dengan jumlah popok segini, soalnya klo nggak panas, cucian nggak kering. berhubung mau beli lagi tapi sama ibu nggak boleh dengan alasan ntar lagi nggak kepake, akhirnya diakali dengan mengalihfungsikan alas ompol menjadi popok dengan bantuan 2 peniti ;). btw alas ompol ini lebih mudah ngilangin noda pup dibanding popok katun.
idealnya mungkin 4lusin kali yaa... biar nggak bingung cucian belum kering klo cuaca tidak mendukung. okeh... besok nambah lagi pas lairan adiknya G...
* clodi 12 biji. dengan adanya clodi, cucian berkurang sangat. bisa 50% euy... apalagi klo pup nya udah stabil 1x sehari... nyante banget klo full clodi. tapi ya modalnya lebih gede ;p
* alas ompol 'berdaya serap tinggi' 1 lusin --> berhubung popok kurang, tak alih fungsikan jd popok, terus aku beli lagi yang premium 1 lusin
* baju lengan panjang 3pcs
* baju lengan panjang celana buntung 3pcs -->
* baju lengan pendek 10 pcs -- 6 pcs juga cukup
* baju lengen putung 6 pcs --> baju putung dan pendek ini mulai butuh banyak di usia 3minggu, dimana bayi sudah mulai gumoh, jadi musti sering ganti baju
* celana pendek + celana pop 17 pcs --> klo aku mulai dipakaikan ke si kecil setelah puput. sebagai alternatif klo popoknya habis
* bedong 4pcs --> klo dikasih alas ompol, bedong nya awet nggak basah kena ompol, jadi nggak perlu banyak²
* selimut 4pcs --> segini cukup karena kadang bedong juga aku jadiin selimut klo selimutnya basah semua
* ember bertutup 2pcs --> 1 untuk tempat baju kotor kena pub, 1 nya untuk ompol
* bantal anti peyang --> alternatif klo bantal pas dicuci bisa pakai handuk atau jarik
* selimut berkudung 2pcs --> buat jalan²
* topi min 3pcs --> tadinya cuman beli 2, ternyata kurang. untungnya dapet kado topi, jadi ga perlu beli lagi hehehe...
* perlak 2pcs --> buat di kasur sama cadangan 1 yg kecil, bisa dipake buat di stroller ato di depan tv, daripada ngangkut² yg di kamar
* kaos tangan/ kaki min 4 pcs --> buat ganti klo kaos kaki kotor kena pub ato ompol
* sepatu 1pcs --> buat cadangan klo ntar nggak dapet kado sepatu :p
* gurita 4pcs --> biar anget, bukan melulu buat gurita-in tali pusat
* handuk bayi min 2pcs --> buat cadangan klo handuk kena pub ato ompol. pengalaman, G sering banget pipis ato pub di handuk >,<
* bantal guling
* klambu
* kapas bulet ato kotak kiloan buat bersihin patpat bayi abis pub
* cotton bud buat baby
* minyak telon
* bedak + tempat bedak
* sabun mandi
* shampoo --> alat mandi jangan banyak², kemungkinan besar dapet kado perlengkapan mandi lohh.. ;p
* handuk kecil min 4 pcs --> buat lap mulut sama alas bantal. klo udah mulai gumoh, mending bantal dialasin jadi nggak cepet basah (aku berusaha berprinsip go green, jadi no tissue buat lap² and diapers anymore hehehee....)
* tempat susu --> buat cadangan tempat asip klo mommy mau pergi², dan si kecil ditinggal di rumah
* botol susu bersendok --> biar nggak bingung puting, sebaiknya bayi minum dari sendok. dan kata ibu, biar bibir nggak njontor hehee... tapi berhubung G tangannya nggak bisa diem klo pas diminumin, dan klo pake botol sendok susunya tumpah kemana², sepertinya mulai berpikir mau beli yang bentuk dot ;p
* gendongan --> bisa jarik, bisa gendongan modern yang sekarang biasa dipakai itu
* tempat sampah buat tempat kapas --> kata ibu, kapasnya jangan dibakar, tapi dipendam di tanah, jadi kapas² bekas nyebokin G aku kumpulin di tempat sampah khusus
sepertinya cukup itu untuk new born baby.... setidaknya sampai usia sebulan nggak perlu nambah barang lagi
buat mommy:
* bra menyusui min 5pcs --> asumsi sehari pakai 2 bra
* breast pad --> bisa diakalin dengan handuk atau alas ompol
* khusus buat yang cesar, pake panty yang sampe puser biar nggak nggesek bekas jaitan
* gurita/ kendit biar perut cepet kenceng
* nursing apron --> biar nyaman menyusui di tempat umum
additional item:
* sarung/ jarik: buat alternatif alas tidur baby. klo basah tinggal dilipet terus digeser
* penyedot ingus
* termometer
**update setelah si kecil usia 3,5mos
* celana panjang jarang dipakai, maneman makeinnya susah tapi gampang basah diompolin. mending celana pop saja klo tidur :D
* baru ngeh klo celana pop tu celana popok :D jadi klo popok dah nggak muat, pake celana ini biar pup nggak luber kemana-mana
* alas popok dialih fungsikan jadi popok keuntungannya lebih cepet kering jadi klo musim ujan nggak keabisan popok, dan bisa muat lebih lama. secara ukurannya fleksibel *penyedot ingus nggak begitu efektif. lebih efektif disedot pake mulut :p
**update setelah si kecil usia 7mos
*liner berfungsi untuk alas klo si kecil pup pas udah mpasi. kan pup nya udah solid, jadi bisa ditampung pake liner biar alas ompol nggak kotor. klo sudah ditatur tentunya opsi ini tidak diperlukan lagi *klo musim dingin, baju lengan panjang ternyata diperlukan juga. apalagi si kecil nggak betah diselimutin. lebih aman pake celana panjang, jadi meski selimut ditendang, kulitnya nggak langsung kena udara
Monday, March 5, 2012
finally... I'm a mommy....
setelah beberapa kali sempat tertunda, terabadikan juga bentuk perutku saat masuk usia 9 bulan :D
badan sudah mulai payah, gampang capek, kaki bengkak, tapi tetep semangat klo diajak ngemol ;p

males cerita panjang lebar, yang jelas baby G, - panggilan sayang kami buat si kecil- lahir HPL+4.
waktu HPL+1, dokterku bilang ketuban dan plasenta masih bagus, jadi klo sampai HPL+7 belum lahir, nanti coba dipacu. tapi waktu HPL+4 periksa, dan di CTG, gerakan janin sedikit meski sudah dirangsang dengan makan siang.
akhirnya..... diputuskanlah operasi cesar dilakukan hari itu juga.
aw..aw..aw... ke rumah sakit niat semula cuman mau kontrol rutin, ternyata langsung disuruh opname, dan nggak bisa ditawar, langsung cesar pula...
untung alat perang udah aku taruh di mobil, jadi nggak perlu repot ambil baju dan perlengkapan lainnya ke rumah.
singkat kata, entah karena shock cesar mendadak atau karena pikiran yang lagi galau -gara² kasurku yang 2 minggu sebelumnya dipake lairan anjing adekku :S, setelah dicuci bersih, pagi sebelum aku kontrol, kulihat ada noda pipis di atasnya. kyaaaaaaaaaa..... anjing nggak sopan.... udah dicuci bersih, eh... dikotorin lagi. mana udah waktunya lairan lagi... rasanya pengen nangis waktu liat tu noda bertengger dengan manisnya di kasurku... :'( - tensiku naik jadi 160 waktu diukur sebelum operasi, padahal paginya waktu kontrol tensi masih normal. dueng..dueng...
jam 2 keputusan operasi keluar, jam 3 aku dah masuk ke ruang op. aku tawar nunggu bapak sama ibu biar mereka nyusul ke rs dulu, kata susternya nggak bisa, soalnya udah ditunggu di ruang operasi. *emang kondisi segawat itu ya sampai nggak bisa ditunda? :D
jam 15:35 baby G lahir, dan aku keluar dari ruang pemulihan jam 18:30.
aku terbangun sekitar jam 9 malam. langsung minta HP ke ibu, sms misua yang waktu itu masih ngubur plasenta di rumah, terus nggak tau selanjutnya aku ngapain aja, sadar² sudah pagi.
waktu bangun keesokan paginya ada suster di sampingku lagi ngukur tensi, dan nanya aku, 'pegel-pegel nggak mbak?'
aku bengong dan ketawa heran kok susternya nanya gitu... selanjutnya baru aku tau klo ternyata malam sebelumnya aku kejang² dan njabut infus sampai berdarah², nyopot gelang rumah sakit yang sudah pernah kubuktikan klo tu gelang alot!! dulu aja aku musti pake gunting buat buka. hahaha... ternyata tenagaku kuat saudara!!! :D
setelah kejang dan ngamuk pengen bangun, semalaman tangan dan kakiku diiket. waktu kejadian, kata ibu ada 5 suster yang mengerubungiku hihihi.... nggak terbayangkan bagaimana bentukku kala itu :D
kata dokter, hal itu terjadi karena elektroda di badanku nggak kuat apa gimana kemarin aku nggak paham betul. yang jelas, puji Tuhan semua selamat...
aku baru bertemu G beberapa saat setelah aku sadar pagi itu. imuuuttt..... cantik.... senang sekali bisa melihat wajahnya, memeluknya... nyium G.... :*
karena 2 hari pasca operasi aku masih nge-hang, -otak rada lola juga buat mikir, sampai beberapa teman dekat lupa nggak tak masukin dalam list yang kukabarin berita gembira kelahiran G hehehe...-, aku nggak bisa kasi asi full kala itu. malam waktu si G mau diantar ke kamar abis lahir biar bisa asix, aku malah kejang... karena G nangis terus, sementara aku tidak memungkinkan untuk nenenin, jadi G dikasi sufor huhuhu...
aku baru mulai asix waktu pulang ke rumah, yaitu di hari ke 5. si kecil langsung pinter nenen, nggak ada kejadian bingung puting. rasa perih waktu pertama kali si kecil nenen karena lidah baby yang kasar ternyata nggak seperih dugaanku. cenderung nggak perih malah. perih itu baru timbul beberapa hari kemudian. tapi lama² juga ilang perihnya.
hari ini sudah hari ke - 16, dan kemarin, si G puput....
15 hari booo... lama sekali nak kau puputnya...
tapi apapun tentang G, semua serba pas.
waktu lahirnya, pas bapaknya cuti, pas mbah nya udah nggak ribet ngurus koperasi (tiap tanggal 12 ibu sibuk ngurus koperasi di desaku), dan pas bertepatan dengan 1 tahun pernikahan kami menurut kalender jawa :)
waktu puputnya juga pas bapaknya di rumah, pas mbahnya belum sibuk ngurus koperasi, dan pas budhe dan buliknya pulang... mereka bikin kejutan, tau² nongol di rumah demi untuk melihat G :) aya'...aya'... wae.... nggak ada 24 jam di jogja, bela²in pulang sehari ke jogja demi si G hehehe...
sudah 16 hari...
sudah makin besar, nangisnya kenceng klo laper. tapi klo kenyang, kerjaannya tidur mulu... :D
suka memandang wajahnya.... menunggu senyum manis berlesung bibir tersungging di bibirnya...
suka memeluknya, merasakan hangat tubuhnya di pelukku...
suka memainkan jemari mungil nan gemuk itu... membiarkan jemari itu menggenggam erat jemariku...
suka mencium pipinya.... merasakan aroma wangi bayi dan kecut khas baby dari tubuhnya...
'lil G... 'lil G... 'lil G....
semakin hari, semakin aku jatuh cinta padamu... :*
badan sudah mulai payah, gampang capek, kaki bengkak, tapi tetep semangat klo diajak ngemol ;p

males cerita panjang lebar, yang jelas baby G, - panggilan sayang kami buat si kecil- lahir HPL+4.
waktu HPL+1, dokterku bilang ketuban dan plasenta masih bagus, jadi klo sampai HPL+7 belum lahir, nanti coba dipacu. tapi waktu HPL+4 periksa, dan di CTG, gerakan janin sedikit meski sudah dirangsang dengan makan siang.
akhirnya..... diputuskanlah operasi cesar dilakukan hari itu juga.
aw..aw..aw... ke rumah sakit niat semula cuman mau kontrol rutin, ternyata langsung disuruh opname, dan nggak bisa ditawar, langsung cesar pula...
untung alat perang udah aku taruh di mobil, jadi nggak perlu repot ambil baju dan perlengkapan lainnya ke rumah.
singkat kata, entah karena shock cesar mendadak atau karena pikiran yang lagi galau -gara² kasurku yang 2 minggu sebelumnya dipake lairan anjing adekku :S, setelah dicuci bersih, pagi sebelum aku kontrol, kulihat ada noda pipis di atasnya. kyaaaaaaaaaa..... anjing nggak sopan.... udah dicuci bersih, eh... dikotorin lagi. mana udah waktunya lairan lagi... rasanya pengen nangis waktu liat tu noda bertengger dengan manisnya di kasurku... :'( - tensiku naik jadi 160 waktu diukur sebelum operasi, padahal paginya waktu kontrol tensi masih normal. dueng..dueng...
jam 2 keputusan operasi keluar, jam 3 aku dah masuk ke ruang op. aku tawar nunggu bapak sama ibu biar mereka nyusul ke rs dulu, kata susternya nggak bisa, soalnya udah ditunggu di ruang operasi. *emang kondisi segawat itu ya sampai nggak bisa ditunda? :D
jam 15:35 baby G lahir, dan aku keluar dari ruang pemulihan jam 18:30.
aku terbangun sekitar jam 9 malam. langsung minta HP ke ibu, sms misua yang waktu itu masih ngubur plasenta di rumah, terus nggak tau selanjutnya aku ngapain aja, sadar² sudah pagi.
waktu bangun keesokan paginya ada suster di sampingku lagi ngukur tensi, dan nanya aku, 'pegel-pegel nggak mbak?'
aku bengong dan ketawa heran kok susternya nanya gitu... selanjutnya baru aku tau klo ternyata malam sebelumnya aku kejang² dan njabut infus sampai berdarah², nyopot gelang rumah sakit yang sudah pernah kubuktikan klo tu gelang alot!! dulu aja aku musti pake gunting buat buka. hahaha... ternyata tenagaku kuat saudara!!! :D
setelah kejang dan ngamuk pengen bangun, semalaman tangan dan kakiku diiket. waktu kejadian, kata ibu ada 5 suster yang mengerubungiku hihihi.... nggak terbayangkan bagaimana bentukku kala itu :D
kata dokter, hal itu terjadi karena elektroda di badanku nggak kuat apa gimana kemarin aku nggak paham betul. yang jelas, puji Tuhan semua selamat...
aku baru bertemu G beberapa saat setelah aku sadar pagi itu. imuuuttt..... cantik.... senang sekali bisa melihat wajahnya, memeluknya... nyium G.... :*
karena 2 hari pasca operasi aku masih nge-hang, -otak rada lola juga buat mikir, sampai beberapa teman dekat lupa nggak tak masukin dalam list yang kukabarin berita gembira kelahiran G hehehe...-, aku nggak bisa kasi asi full kala itu. malam waktu si G mau diantar ke kamar abis lahir biar bisa asix, aku malah kejang... karena G nangis terus, sementara aku tidak memungkinkan untuk nenenin, jadi G dikasi sufor huhuhu...
aku baru mulai asix waktu pulang ke rumah, yaitu di hari ke 5. si kecil langsung pinter nenen, nggak ada kejadian bingung puting. rasa perih waktu pertama kali si kecil nenen karena lidah baby yang kasar ternyata nggak seperih dugaanku. cenderung nggak perih malah. perih itu baru timbul beberapa hari kemudian. tapi lama² juga ilang perihnya.
hari ini sudah hari ke - 16, dan kemarin, si G puput....
15 hari booo... lama sekali nak kau puputnya...
tapi apapun tentang G, semua serba pas.
waktu lahirnya, pas bapaknya cuti, pas mbah nya udah nggak ribet ngurus koperasi (tiap tanggal 12 ibu sibuk ngurus koperasi di desaku), dan pas bertepatan dengan 1 tahun pernikahan kami menurut kalender jawa :)
waktu puputnya juga pas bapaknya di rumah, pas mbahnya belum sibuk ngurus koperasi, dan pas budhe dan buliknya pulang... mereka bikin kejutan, tau² nongol di rumah demi untuk melihat G :) aya'...aya'... wae.... nggak ada 24 jam di jogja, bela²in pulang sehari ke jogja demi si G hehehe...
sudah 16 hari...
sudah makin besar, nangisnya kenceng klo laper. tapi klo kenyang, kerjaannya tidur mulu... :D
suka memandang wajahnya.... menunggu senyum manis berlesung bibir tersungging di bibirnya...
suka memeluknya, merasakan hangat tubuhnya di pelukku...
suka memainkan jemari mungil nan gemuk itu... membiarkan jemari itu menggenggam erat jemariku...
suka mencium pipinya.... merasakan aroma wangi bayi dan kecut khas baby dari tubuhnya...
'lil G... 'lil G... 'lil G....
semakin hari, semakin aku jatuh cinta padamu... :*
Subscribe to:
Posts (Atom)