Saturday, October 25, 2008

i'm lucky

sebenernya apa si yang membawa aku nyasar ke sini? udah hutan, di gunung lagi... secara ambisi setelah kuliah pengennya kerja cukup di jateng ajah. ogah sama macetnya jakarta. dan ga kepikiran mo kerja di daerah lain. tapi tau² terdampar di bandara moses kilangin, timika. tempat yang berlipat-lipat jauhnya dibanding jogja-jakarta.
pinter? - nggak banged... secara dulu kuliah ngaco, nilai nyaris ga pernah dapet outstanding, kuliah telat terus, bahkan waktu ujian :p, pokoknya bukan mahasiswa teladan banged dah... klo telatan ho'o banged :p
sodara? - ga ada...
impian? - nggak juga, dulu cuman iseng pas masukin lamaran
keberuntungan....?
memang ada pepatah, orang pinter kalah sama orang beruntung. bener kali yak...
dan memang aku beruntung. kata² itu selalu melintas di benakku setiap wiken. saat aku nonton reality show 'jika aku menjadi'. acara yang nggak pernah aku lewatkan setiap wiken (kecuali klo lg cuti). acara yang sangat menyentuh, menggugah dan menyadarkan kita klo di luar sana masih banyak sodara kita yang hidupnya lebih susah dari kita -bahkan di saat kita merasa menjadi orang yang paling malang di dunia.
mereka-mereka yang mesti berjuang keras demi hari esok, demi sesuap nasi, demi kelangsungan hidup keluarga. meski usia renta, meski anggota tubuh tidak lengkap lagi... mereka tetep giat bekerja, pantang menyerah terhadap nasib demi anak, istri, suami, cucu.... pahlawan keluarga yang dengan gigih bekerja keras setiap harinya, memeras keringat tetes demi tetes demi beberapa lembar kertas yang mereka sebut 'uang'. dengan nominal yang mungkin tidak berarti untuk beberapa banyak orang.
pernah ada satu kisah, seorang bapak tidak mampu membeli beberapa kaleng bekas seharga 2rb untuk modal membuat kompor. blio musti ngutang untuk kemudian diganti setelah kompor terjual. padahal kompor baru jadi beberapa hari kemudian.
2rb rupiah... nilai yang mungkin buat kita tidak begitu banyak. 2x parkir, 2gelas es jeruk, 2batang rokok, 1jam akses internet.... tapi bagi mereka...? nilai itu sangatlah besar... sampai² mereka tidak bisa menebus tunai kaleng tersebut.
ah ironis sekali... sementara di luar sana, banyak anak yang berpoya-poya.. menghabiskan ratusan ribu rupiah per hari dengan begitu mudahnya... membakar uang dalam bentuk rokok beberapa batang per hari dengan begitu gampangnya...
ah... melihat kisah mereka aku terkadang malu pada diriku sendiri. begitu gampangnya mengeluh saat tertimpa masalah, serasa dunia mau runtuh...
seandainya para koruptor menonton kisah² itu... mau nggak ya mereka jadi robin hood... mencuri demi rakyat kecil... halah fiksi banget...
kadang terpikir bagaimana ya nasib mereka di tengah perekonomian yang morat-marit ini...
bagaimana nasib bapak pembuat kompor tersebut klo gas mulai merajalela dan kompor mulai punah...
ah... only Heaven knows....
mudah²an siapapun presiden yang terpilih tahun depan, bisa membawa mereka ke 'keberuntungan' mereka sendiri... and finally, not only me... but they are lucky too... :)

2 comments:

irwanak said...

Bukannya sebaik-sebaik manusia yang pandai ialah manusia yang pandai bersyukur....
Bukannya sedikit-dikitnya ingatan manusia ialah ingat kalau dia lupa belum bersyukur.....
Hee...he..... sama saya juga ter" inspire" ama itu reality show. nice to know you jeng...

duweek said...

dan syukur adalah salah satu bentuk lain dari doa... :)
terimakasih sudah mampir...